Iamendapat salam dari Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam lewat mimpi yang dialami Abdullah bin Mubarok (wafat 181 H), seorang ulama dari kalangan Tabiut Tabiin. Kisah ini diceritakan dalam Kitab Al-Mawa'izh Al-Usfuriyah karya Syaikh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury. Abdullah bin Mubarak menceritakan, ketika melaksanakan ibadah haji FaktaKisah Nyata Murtadnya Seorang Hafidz Al-Qur'an | Voice Ustadz Khalid Basalamah Dukung Channel Kami Agar Tetap Terus Berkarya Dan Terus Berkarya Memberikan Info" Terupdate,Terkini Dengan Cara Subscribe,Like, Comment And Share. This Video Published Since or about 17 days ago ago, Fakta Kisah Nyata Murtadnya Seorang Hafidz Al-Qur'an | Voice Ustadz Khalid Basalamah's Video From Daftar DalilKetiga: Kisah Pembunuhan Ibnu Abi `l-Huqoiq Abu Rofi', Seorang Yahudi Dia adalah seorang yahudi Khoibar, seorang pedagang Hijaz. Dia lah yang pergi ke Mekkah untuk membujuk kaum Quraisy agar menyerang Nabi SAW, hingga akhirnya terbentuklah pasukan sekutu dan terjadi perang Ahzab, di mana dialah penyulutnya. 4 Atas seseorang yang merdeka, maka tidak wajib sholat atas seorang budak karena dia harus melayani tuannya, jadi kewajiban seorang budak pada hari Jum'at adalah melaksa- nakan sholat dzuhur. Akan tetapi jika dia melaksanakan sholat Jum'at maka sah darinya sholat Jum'at tersebut dan tidak wajib lagi atasnya melaksanakan sholat dzuhur setelah itu. PENGESAHANPANITIA UJIAN . Skripsi berjudul MUSIBAH DALAM AL-QUR'AN (STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN SAYYID QUTB DAN IBN KATSÎR ATAS SURAT AL-HADÎD AYAT 22 DAN 23) telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 10 Juni 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I.) pada Program Studi FaktaKisah Nyata Murtadnya Seorang Hafidz Al-Qur'an | Voice Ustadz Khalid Basalamah#calonimam#ustadzkhlaidbasalamah#murtadnyaseoranghafidzDukung Channel Kam . Syahdan, lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas satu demi satu tubuh pasukan Romawi. Dia termasuk dari Tabi’in yang hafal Al-Qur’an. Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya di dunia ini seorang mujahid yang hafal Al-Qur’an, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa Daudnya serta ketaqwaan dan keimanannya? Namun tak dinyana terjadi musibah di akhir hayatnya. Dia mati dengan tidak membawa iman Islamnya. Murtad sebagai Nasrani. Padahal dahulunya ia hafal semua isi Al-Qur’an, namun semua hilang tak tersisa kecuali dua ayat saja. Dalam sebuah peperangan yang dahsyat antara pasukan Muslim melawan tentara Romawi, pemuda ini telah memainkan perannya dengan baik dan heroik. Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar berlumur merahnya darah orang Romawi. Ia hantarkan orang Romawi itu ke neraka dengan pedangnya. Kaum muslimin sedang mengepung benteng Romawi. Tiba-tiba mata si pemuda tertuju kepada seorang wanita Romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorang pun dijamin lolos su’ul khatimah. Tak tahan melawan kecamuk dalam dadanya, ia pun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. Isinya kurang lebih “Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?” Perempuan itu menjawab “Kakanda, masuklah agama Nashrani maka aku jadi milikmu.” Syahwat telah memenuhi relung hati si pemuda ini, sampai-sampai ia menjadi lupa akan imannya, tuli peringatan dan buta Al-Qur’an. Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan Islam. Menikahlah dia di dalam benteng. Kaum muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorang hafidz yang hatinya dipenuhi Al-Qur’an meninggalkan Allah. Dikisahkan,pemuda penghafal Al Qur’an dan mujahid ini akhirnya hidup dan mati dalam kekufuran. Hingga suatu ketika pasukan Muslim berhasil menemui dan mebujuknya untuk kembali ke pangkuan Islam, namun tidak berhasil. Ketika ditanyakan kepadanya, “Dimana Al Quran mu yang dulu???” Ia menjawab, “Aku telah lupa semua isi Al Quran kecuali dua ayat saja yaitu رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ “Orang-orang yang kafir itu seringkali nanti di akhirat menginginkan, kiranya mereka dahulu di dunia menjadi orang-orang muslim.” ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ “Biarkanlah mereka di dunia ini makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan kosong, maka kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka. QS. Al Hijr 2-3. Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya, kutukan sekaligus peringatan Allah yang terakhir namun tak digubrisnya. Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum Nashrani. Dalam keadaan seperti itulah hingga ajal menjemputnya. Mati dalam keadaan di luar agama Islam. Aduhai, betapa kita tidak memiliki garansi apa-apa terhadap keimanan kita, kecuali atas rahmat Allah SWT yang menjadikan kita istiqamah. Seorang hafidz nan mujahid saja bisa diangkat nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad, apatah lagi kita yang tidak punya amalan-amapan istimewa apalagi keimanan yang kuat. Maka para pemuda, marilah senantiasa waspada dengan segala fitnah yang senantiasa mengancam, khususnya syahwat wanita. مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ “Tidak pernah kutinggalkan setelahku fitnah yang lebih dahsyat bahayanya bagi kaum pria daripada fitnah wanita.” Muttafaqun Alaih Semoga para suami, para anak-anak laki, saudara-saudara laki kita. keluarga kita semua,teman-teman lelaki esama muslim, selalu dalam lindungan Allah,dijauhkan dari syahwat dan maksiat,selamat dunia akhirat. Amin. Catatan Diceritakan bahwa pemuda tersebut dahulunya adalah seorang tabiin, Abdah bin Abdirrahiim. Hal ini berdasarkan penukilan dari kitab al Bidayah wan Nihayah yang ditulis oleh Imam Ibnu Katsir, rahimahullah, dan beliau meriwayatkan dari Ibnu Jauzi. Namun hal ini dibantah oleh penukilan lainnya. sesungguhnya yang murtad sehingga memutuskan menjadi nasrani itu adalah pemuda yang tidak disebut namanya. Dia adalah pengikut dari Abdah bin Abdurrahim. Sedangkan Abdah bin Abdirrahim sendiri adalah sebagai periwayat kisah tersebut, bukanlah pelakunya. Abdah bin Abdirrahim adalah salah satu guru Imam A-Nasaai, yang dinilai shoduq oleh sebagian Ulama. Dan beliau wafat pada tahun 244 H. Wallâhu a’lam.

kisah murtadnya seorang hafidz quran