C agar penari memperoleh kemudahan dalam melakukan komunikasi dengan penonton D. agar penari dapat membawakan karya tari sesuai dengan iringan musik 24. Ciri khas tarian bertema kepahlawanan adalah A. gerak tari lincah dan patah-patah B. gerak tari gemulai banyak jedanya C. gerak tari lincah, gemulai dan tidak berjeda F Kesimpulan. Reog Ponorogo adalah kesenian asli milik Indonesia, khususnya Ponorogo,Jawa Timur. Kesenian yang satu ini memang sedikit berbau mistik. Tidak jarang juga dalam sebuah pertunjukan reog ada pemain kesenian reog yang kesurupan. Namun, ada pawang yang telah bertugas menangani jika ada pemain yangkesurupan. TARIPAYUNG - Sejumlah penari membawakan tarian payung pada pementasan Misi Kesenian Kabupaten Tasikmalaya di Gedung Teater Tertutup Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Jalan Bukit Dago Sebabitu jangan pula menuntut kesempurnaan gerak pada tarian mereka. Di sisi lain, ketidaksempurnaan gerak bukan berarti menjadi cacat mereka, melainkan menjadi sisi melengkapi humanisme kelompok ini. Tidak hanya itu, semangat mereka dalam membawakan tari adati menjadi pesona utama suguhan di Balai Sarwono, Jakarta, Rabu (31/5). Revolusimusik pop yang terjadi di Inggris, dikumandangkan oleh kelompok musik The Beatles pada awal tahun 1960-an, ternyata memberikan dampak yang luar biasa dalam perkembangan musik di Indonesia.Sekelompok pemuda yang terobsesi oleh keberhasilan kelompok musik asal kota Liverpool ini kemudian mendirikan kelompok musik yang diberi Faktorpendorong mahasiswa seni tari dalam proses penciptaan tari adalah adanya kebebasan ide dalam berkreasi. Mahasiswa diberikan kebebasan dalam mengemas kembali bentuk tari berdasarkan aspek-aspek dalam koreografi kelompok dan aspek-aspek tata teknik pentas. Meskipun demikian, tidak boleh meninggalkan ide dasar penciptaan tari tersebut. . 23/03/2023 Pendidikan 0 Views Memiliki Koordinasi yang Baik Salah satu hal yang penting dalam membawakan tari kelompok adalah memiliki koordinasi yang baik antara anggota kelompok. Koordinasi yang baik akan membuat tarian terlihat lebih padu dan menyatu. Untuk mencapai koordinasi yang baik, anggota kelompok harus sering berlatih bersama dan memahami gerakan-gerakan yang akan dilakukan. Mempersiapkan Kostum dan Aksesori Sebelum pentas, kelompok tari harus mempersiapkan kostum dan aksesori yang akan digunakan. Kostum dan aksesori harus sesuai dengan tema tarian dan terlihat seragam di antara anggota kelompok. Persiapan kostum dan aksesori ini harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum pentas agar tidak terjadi kesalahan pada saat pentas. Menentukan Posisi Setiap Anggota Kelompok Posisi setiap anggota kelompok dalam tarian harus ditentukan sebelum pentas. Setiap anggota kelompok harus tahu posisinya dan gerakan yang harus dilakukan. Dengan menentukan posisi, tarian akan terlihat lebih terorganisir dan rapi. Mempersiapkan Musik dan Alat Musik Musik dan alat musik juga harus dipersiapkan dengan baik sebelum pentas. Musik harus disesuaikan dengan tema tarian dan alat musik harus siap digunakan. Jangan lupa untuk melakukan soundcheck sebelum tampil agar tidak terjadi kesalahan pada saat pentas. Melakukan Pemanasan Sebelum Tampil Pemanasan sebelum tampil sangat penting untuk menghindari cedera pada saat menari. Setiap anggota kelompok harus melakukan pemanasan yang cukup agar tubuh tidak kaku saat tampil. Pemanasan juga dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus pada saat tampil. Mempersiapkan Pemandu Tari Pemandu tari sangat penting dalam membawakan tari kelompok. Pemandu tari harus memahami gerakan-gerakan yang akan dilakukan dan dapat mengarahkan anggota kelompok dengan baik. Pemandu tari juga harus dapat berkomunikasi dengan baik dengan anggota kelompok. Mempertimbangkan Tempat dan Panggung Tempat dan panggung juga harus dipertimbangkan sebelum pentas. Jika tarian dilakukan di luar ruangan, pastikan cuaca tidak mengganggu jalannya tarian. Jika tarian dilakukan di panggung, pastikan panggung aman dan tidak licin agar tidak terjadi kecelakaan. Mempertahankan Ekspresi dan Emosi Selain gerakan yang baik, ekspresi dan emosi juga sangat penting dalam membawakan tari kelompok. Anggota kelompok harus dapat mempertahankan ekspresi yang sesuai dengan tema tarian dan menjaga emosi agar tidak terlihat tegang atau tidak bersemangat saat tampil. Membuat Gerakan yang Kreatif Tarian yang kreatif dapat membuat penonton terkesan dan memberikan nilai tambah pada penampilan kelompok tari. Kelompok tari harus dapat membuat gerakan yang kreatif dan sesuai dengan tema tarian. Gerakan yang kreatif juga dapat membuat tarian terlihat lebih menarik dan tidak membosankan. Menjaga Konsistensi Gerakan Konsistensi gerakan sangat penting dalam tarian kelompok. Gerakan yang tidak konsisten dapat membuat tarian terlihat tidak teratur dan tidak terpadu. Setiap anggota kelompok harus mengikuti gerakan yang sama dengan konsisten agar tarian terlihat lebih baik. Mempertahankan Kebersihan dan Kerapian Kebersihan dan kerapian juga harus diperhatikan dalam membawakan tari kelompok. Kostum dan aksesori harus bersih dan terawat. Selain itu, anggota kelompok harus terlihat rapi dan teratur saat tampil. Kebersihan dan kerapian dapat memberikan kesan yang baik pada penonton dan juri. Menerapkan Teknik yang Benar Teknik yang benar harus diterapkan dalam tarian kelompok. Setiap gerakan harus dilakukan dengan benar dan tepat agar tarian terlihat lebih profesional. Teknik yang benar juga dapat menghindari cedera pada saat menari. Melakukan Evaluasi Setelah Pentas Setelah pentas, kelompok tari harus melakukan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam penampilannya. Evaluasi dapat dilakukan bersama-sama dengan anggota kelompok dan pemandu tari. Dari hasil evaluasi, kelompok tari dapat memperbaiki kekurangan dan menjaga kelebihan pada penampilannya. Mengikuti Lomba Tari Kelompok Jika ingin mengasah kemampuan dalam membawakan tari kelompok, kelompok tari dapat mengikuti lomba tari kelompok. Lomba tari kelompok dapat memberikan pengalaman dan pembelajaran baru bagi kelompok tari. Selain itu, kelompok tari juga dapat mendapatkan pengakuan dan hadiah dari lomba tersebut. Menggunakan Teknologi dalam Penampilan Teknologi juga dapat digunakan dalam penampilan kelompok tari. Misalnya, kelompok tari dapat menggunakan proyektor untuk menampilkan gambar atau video yang sesuai dengan tema tarian. Penggunaan teknologi dapat memberikan kesan yang lebih modern dan menarik pada penonton. Menjalin Komunikasi dengan Penonton Kelompok tari juga harus dapat menjalin komunikasi dengan penonton saat tampil. Misalnya, kelompok tari dapat melibatkan penonton dalam tarian atau memberikan sapaan kepada penonton. Dengan menjalin komunikasi, kelompok tari dapat menciptakan suasana yang lebih akrab dan menghibur penonton. Menggunakan Musik yang Berbeda Jika ingin terlihat berbeda dari kelompok tari lainnya, kelompok tari dapat menggunakan musik yang berbeda dari yang biasa digunakan. Misalnya, kelompok tari dapat menggunakan musik yang tidak lazim atau menggabungkan beberapa jenis musik dalam satu tarian. Penggunaan musik yang berbeda dapat memberikan kesan yang lebih menarik pada penonton. Menggunakan Kostum yang Unik Kostum yang unik juga dapat membuat tarian kelompok terlihat lebih menarik. Kelompok tari dapat menggunakan kostum yang berbeda dari yang biasa digunakan atau menggabungkan beberapa jenis kostum dalam satu tarian. Kostum yang unik dapat memberikan kesan yang lebih kreatif dan menarik pada penonton. Menggunakan Aksesori yang Menarik Aksesori seperti topi, syal, atau kipas dapat digunakan untuk menambah kesan pada tarian kelompok. Kelompok tari dapat menggunakan aksesori yang berbeda dari yang biasa digunakan atau menggabungkan beberapa jenis aksesori dalam satu tarian. Penggunaan aksesori yang menarik dapat memberikan kesan yang lebih menarik pada penonton. Menggunakan Pencahayaan yang Baik Pencahayaan juga dapat memberikan kesan yang berbeda pada tarian kelompok. Kelompok tari dapat menggunakan pencahayaan yang berbeda dari yang biasa digunakan atau menggabungkan beberapa jenis pencahayaan dalam satu tarian. Pencahayaan yang baik dapat memberikan kesan yang lebih dramatis dan menarik pada penonton. Mempertimbangkan Kebutuhan Khusus Anggota Kelompok Jika ada anggota kelompok yang memiliki kebutuhan khusus, kelompok tari harus mempertimbangkan kebutuhan tersebut dalam tarian. Misalnya, jika ada anggota kelompok yang menggunakan kursi roda, kelompok tari Check Also Admin Dashboard Php Welcome Inilah Cara Membuat Dashboard Admin Yang Menarik Dan Mudah Digunakan Bagaimana Menggunakan Admin Dashboard PHP? Admin Dashboard PHP adalah alat yang sangat berguna untuk mengatur … Seni tari yang dimiliki Indonesia sangat beragam bentuknya. Dari karya tari yang berbentuk tari tunggal, berpasangan, hingga karya tari yang berbentuk kelompok. Setiap bentuk karya tari pun masih memiliki jenis yang berbeda-beda. Pada tari tunggal, penari lebih bebas melakukan gerak atau pola lantai. Hal ini dikarenakan dalam bentuk tari tunggal penari tidak terikat dengan penari lain. Selanjutnya, pada tari berpasangan dan tari kelompok, penari harus menyesuaikan diri dengan penari lain agar tercipta harmoni gerakan tari. 1. Tari Berpasangan Tari berpasangan merupakan bentuk karya tari yang diperagakan oleh dua orang penari secara berpasangan. Pasangan penari dapat berlawan jenis atau sama jenis. Rangkaian gerak tari jenis berpasangan saling mengisi, melengkapi,dan terdapat interaksi dan respons gerak antar penarinya. Tari berpasangan sering juga dipertunjukkan secara berkelompok. Namun, dalam melakukan gerakannya penari tetap berpasang-pasangan. Berikut tari berpasangan yang dipertunjukkan secara berkelompok. Jenis tari berpasangan ada yang diperagakan oleh penari putra dengan penari putra, penari putri dengan penari putri, dan penari putra dengan penari putri. Setiap jenis dari karya tari berpasangan ini diperagakan dengan memperhatikan hal-hal berikut. a. Kedua penari harus saling bekerja sama. b. Kedua penari memiliki pemahaman yang sama mengenai karya tari. c. Kedua penari dapat menghayati setiap gerak yang diperagakan. 2. Tari Kelompok Karya tari kelompok merupakan karya tari yang diperagakan oleh sedikitnya tiga orang penari. Jenis karya tari kelompok ada yang termasuk tari tradisonal dan ada juga yang termasuk karya seni kreasi baru. Drama tari merupakan karya tari kelompok yang membawakan suatu cerita secara lengkap maupun sebagian. Di dalam penyajiannya juga sudah tersusun sdegan demi adegan atau babak demi babak. Pemeran drama tari selalu menampilkan lebih dari dua tokoh cerita, di samping pemeran-pemeran pembantu. Drama tari terdiri dari dua jenis yaitu drama tari dialog dan dramatari tanpa dialog. Dramatari tanpa dialog lebih dikenal dengan Sendratari. Berbagai jenis karya tari kelompok didalam penciptaanya memperhatikan komposisi. Komposisi dalam tari kelompok menurut Sudarsono adalah sebagai berikut Kesatuan unity.Dalam komposisi tari kelompok, gerak tari yang dilakukan oleh setiap penari harus ada kesatuan. Kesatuan yang dimaksud tidak hanya pada saat penari memperagakan gerakan yang sama. Kesatuan juga harus terlihat pada saat penari melakukan gerak yang berbeda dengan posisi yang berbeda pula. Selang-seling Alternate. Komposisi tari pada tari kelompok adakalanya harus dibuat selang-seling. Peragaan gerak dengan variasi komposisi itu akan membuat karya tari itu menjadi indah. Terpecah Broken. Gerak pada komposisi tari kelompok adakalanya dilakukan secara terpecah. Sebagai contoh, penari melakukan gerak dengan posisi melingkar kemudian dengan tiba-tiba penari bergerak sendiri-sendiri menuju posisi berikutnya. Silih Berganti Canon. Canon adalah komposisi dimana satu atau dua gerak diulang atau dimulai oleh penari-penari tertentu secara silih berganti. Sebagai contoh, untuk melakukangerak gelombang air penari yang terdiri atas tiga orang dapat memperagakan gerak secara silih berganti. Keseimbangan Balance. Dalam komposisi kelompok harus ada keseimbangan. Keseimbangan yang dimaksud yaitu baik keseimbangan posisi penari pada saat melakukan gerak tari maupun keseimbangan gerak yang dilakukan oleh penari. Keunikan Karya Tari Berpasangan dan Kelompok Setiap karya tari tentu diciptakan berbeda dengan karya tari yang lainnya. baik itu dari segi tema, unsur utama yaitu gerak, maupun unsur-unsur pendukungnya. Oleh karena perbedaan itulah, muncullah keunikkan dalam setiap karya tari. Berikut akan diuraikan mengenai keunikan pada berbagai karya tari berpasangan yang lainnya dan juga keunikan dalam karya tari kelompok. Keunikan Tari Berpasangan Nusantara 1. Tari Serampang Duabelas Tari Serampang Duabelas merupakan jenis karya tari pertunjukan yang berasal dari Sumatera barat. Karya tari ini ditarikan secara berpasangan antara penari putri dan penari putra. Tari ini menggambarkan hubungan muda mudi yang menjalin cinta kasih. Serampang Dua Belas sesuai dengan nama lagu yang mengiringi tarian itu. Alat musik yang mengiringi tari Serampang Dua Belas antara lain biola, akordion, gendang, dan gong. Keunikan dalam karya tari ini dapat dilihat dari variasi gerak yang diperagakan. Pengungkap an gerak dilakukan dari lambat, perlahanlahan, kemudian bertambah cepat dan dinamis. Keunikan yang lain tampak pada busana yang dikenakan oleh penarinya. Penari putra hanya memakai baju cekak mussang, kain, dan peci. Selanjutnya, penari putri mengenakan busana berupa kebaya labuh, kain sarung songket, dan selendang. 2. Tari Zapin Tari Zapin berasal dari Riau. Tari Zapin merupakan bentuk karya tari berpasangan yang sangat erat kaitannya dengan kaidah-kaidah keislaman. Keunikan dalam karya tari ini terlihat dari gerak tari yang hanya mengandalkan permainan langkah kaki. Posisi kaki selalu menutup dan tidak merendah. Badan selalu bergerak seperti ombak yang mengalun di pantai. Sikap atau posisi lengan pada umunya tertutup. Lengan kanan dan kiri selalu berada di bawah bahu. Sebaliknya, jarak antara pergelangan tangan dan badan hanya satu kepal. Keunikan lain yang tampak pada karya tari ini yaitu dari alat musik yang mengiringi tarian. Alat musik di antaranya gambus, marwas, biola, gendang, gong, dan akordion. Dikatakan unik karena selain menggunakan alat music tersebut, tari Zapin juga diiringi pantun dan lagu berbahasa Arab. 3. Tari Bedhaya Tari bedaya atau bedhoyo merupakan salah satu tarian wanita yang hidup di lingkungan keraton. pada zaman kerajaan mataram,tari bedaya berfungsi sebagai pembawa benda benda kerajaan. Oleh karena itu,tarian ini mempunyai sifat religius. Komposisi tarinya dibawakan oleh 9 penari putri dengan irama halus dan lemah gemulai. Tarian ini menggambarkan perjalanan hidup masnuia dari lahir sampai meninggal dunia yang digambarkan secara simbolis. Tari Bedaya ada beberapa jenis, antara lain Bedaya semang ciptaan Sultan hamengkubuwono 1 tahun 1792, Bedaya Ketawang ciptaan Sultan agung 1613-1645, Bedaya Bedah Madiun ciptaan sultan hamengkubuwono 2 dan bedaya Sangaskara ciptaan sultan hamengkubowono IX. Di antara beberapa jenis tari Bedaya tersebut,tari Bedaya Semang dianggap yang lebih tua dan lengkap. bedaya semang diiringi dengan gendhing semang, sedangkan bedaya ketawang diiringi gamelan ketawang. 4. Tari Gambyong Tari gambyong merupakan salah satu bentuk tari tradisional Jawa. Tari gambyong ini merupakan hasil perpaduan tari rakyat dengan tari keraton. Gambyong’ semula merupakan nama seorang waranggana – wanita terpilih atau wanita penghibur – yang pandai membawakan tarian yang sangat indah dan lincah. Nama lengkap waranggana tersebut adalah Mas Ajeng Gambyong. Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Ciri khas pertunjukan Tari Gambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing. Yang menjadi pusat dari keseluruhan tarian ini terletak pada gerak kaki, lengan, tubuh, dan juga kepala. Gerakan kepala dan juga tangan yang terkonsep adalah ciri khas utama tari Gambyong. Selain itu pandangan mata selalu mengiringi atau mengikuti setiap gerak tangan dengan cara memandang arah jari-jari tangan juga merupakan hal yang sangat dominan. Selain itu gerakan kaki yang begitu harmonis seirama membuat tarian gambyong indah dilihat. 5. Tari Golek Menak Tari Golek Menak merupakan salah satu jenis tari klasik gaya Yogyakarta yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Penciptaan tari Golek Menak berawal dari ide sultan setelah menyaksikan pertunjukkan Wayang Golek Menak yang dipentaskan oleh seorang dalang dari daerah Kedu pada tahun 1941. Disebut juga Beksa Golek Menak, atau Beksan Menak. Mengandung arti menarikan wayang Golek Menak. Karena sangat mencintai budaya Wayang Orang maka Sri Sultan merencanakan ingin membuat suatu pagelaran yaitu menampilkan tarian wayang orang. Untuk melaksanakan ide itu Sultan pada tahun 1941 memanggil para pakar tari yang dipimpin oleh Purbaningrat, dibantu oleh Brongtodiningrat, Pangeran Suryobrongto, Madukusumo, Wiradipraja, RW Hendramardawa, RB Kuswaraga dan RW Larassumbaga. Keunikan Tari Kelompok Nusantara 1. Tari Wor Tari Wor merupakan karya tari kelompok yang berasal dari Biak, Irian Wor berfungsi sebagai tari upacara kedewasaan anak. Upacara kedewasaan anak di Biak, Irian Jaya disebut wor. Tari Wor ditarikan oleh penari- penari putra dan putri. Iringan yang mengiringi tarian ini berupa tifa dan nyanyian yang dilakukan sendiri oleh penari. Hal inilah yang membuat unik karya tari Wor. Keunian yang lain tampak pada busana yang dikenakan para penari. Busana yang dikenalan para penari sangat sederhana. Penari putrid hanya menggunakan cawat yang terbuat dari kulit kayu. Kepala dihiasi dengan bulu-bulu mambruk, burung cenderawasih, dan bunga-bunga. Penari putra juga hanya mengenakan cawat. Kepala dihias dengan sisir yang terbuat dari bambu dan bulu-bulu burung Mambruk. 2. Tari Saman Tari saman merupakan salah satu tarian dari Aceh yang sangat terkenal. Tarian ini berasal dari Dataran tinggi Gayo. Nama saman berasal dari salah satu utama besar Aceh,yaitu Syech Saman. Syair yang digunakan untuk mengiringi tari saman menggunakan bahasa Arab dan bahasa Aceh. Tari saman ditampilkan dengan tepuk tangan para penari yang dikombinasi dengan memukul dada dan pangkal paha sebagai sinkronisasi dan menghempaskan dada ke berbagai arah,serta nyanyian atau suara penyanyi. Tarian ini dipadukan dengan seorang pemimpin tarian yang disebut Syech. Para penari saman dituntut memiliki konstrentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat menampilkan tarian dengan sempurna. Tari saman dibawakan secara kelompok,kurang lebih 10 orang dengan 8penari dan 2 orang sebagai pemberi aba aba sambil bernyanyi. Tari saman biasanya ditampilkan untuk merayakan peristiwa peristiwa penting dalam adat masyarakat aceh, serta untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. 3. Tari Kecak Kecak adalah pertunjukan tarian seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak puluhan atau lebih penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat. Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa. Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana. 4. Tari Cakalele Cakalele merupakan tarian tradisional khas Maluku. Tari Cakalele dimainkan oleh sekitar 30 laki-laki dan perempuan. Para penari laki-laki mengenakan pakaian perang yang didominasi oleh warna merah dan kuning tua. Di kedua tangan penari menggenggam senjata pedang parang di sisi kanan dan tameng salawaku di sisi kiri, mengenakan topi terbuat dari alumunium yang diselipkan bulu ayam berwarna putih. Sedangkan penari perempuan mengenakan pakaian warna putih sembari menggenggam sapu tangan lenso di kedua tangannya. Dalam tarian Cakalele ini, para penari melakukan tarian yang diiringi dengan musik tifa, suling, musik beduk tambur dan kerang besarbia yang ditiup. Tari Cakalele disebut juga dengan tari kebesaran, karena digunakan untuk penyambutan para tamu agung seperti tokoh agama dan pejabat pemerintah yang berkunjung ke bumi Maluku. 5. Tari Tor-Tor Tari Tor Tor merupakan salah satu jenis tari yang berasal dari suku Batak di Pulau Sumatera. Sejak sekitar abad ke-13, Tari Tor Tor sudah menjadi budaya suku tarian ini biasa digunakan pada upacara ritual yang dilakukan oleh beberapa patung yang terbuat dari batu yang sudah dimasuki roh, kemudian patung batu tersebut akan “menari”. Sekarang ini Tari Tor Tor menjadi sebuah seni budaya bukan lagi menjadi tarian yang lekat hubungannya dengan dunia roh. Karena seiring berkembangnya zaman, Tor Tor merupakan perangkat budaya dalam setiap kehidupan adat suku Batak. Dalam hal tata busana tari Tor Tor sangatlah sederhana. Seseorang yang ingin menari Tor Tor dalam sebuah pesta yang diikuti, cukup dengan memakai ulos yang merupakan tenunan khas Batak. Ulos yang digunakan ada dua macam, ulos untuk ikat kepala dan ulos untuk selendang. Namun motif ulos yang akan digunakan harus sesuai dengan pesta yang diikuti. Pola Lantai pada Tari Berkelompok Harus Dilakukan dengan Apa?, Foto melakukan seni tari diperlukan beberapa persiapan yang matang. Apalagi jika menari dalam kelompok harus lebih kompak. Kekhasan dan kekuatan koreografi tari rampak atau massal ini adalah setiap sikap dan gerak dari keseluruhan koreografi diungkapkan oleh jumlah penari yang minimal dua orang atau lebih dengan perwujudan yang sama atau seragam. Sisi kesulitan bagi para penari di sini adalah harus mampu menjalin kekompakan/harmoni dan kejelian mengekspresikan seluruh anggota tubuhnya sehingga menjadi seragam sampai timbul pertanyaan, pola lantai pada tari berkelompok harus dilakukan dengan apa? Simak jawaban dan ulasannya di sini. Pola Lantai pada Tari BerkelompokPola Lantai pada Tari Berkelompok Harus Dilakukan dengan Apa?, Foto dari buku Buku Siswa Seni Budaya SMP/MTs Kelas 9 karya Sri Sudaryati 2022 394, Tari kelompok adalah tari yang dilakukan oleh lebih dari seorang penari dengan gerakan-gerakan yang seragam rampak. Untuk memenuhi keseragaman gerak maka akan terjadi penyederhanaan gerak, atau sudah ditata sedemikian rupa sehingga tingkat kerumitannya tidak terlalu menyulitkan untuk dilakukan lantai pada tari berkelompok harus dilakukan dengan memperhatikan jumlah penari. Pola lantai adalah susunan posisi penari saat dan selama menampilkan tarian. Fungsi pola lantai adalah mengatur perpindahan, pergerakan serta pergeseran posisi penari. Aspek yang ditonjolkan dalam tari kelompok adalah kekayaan dan variasi pola lantainya. Bahkan dalam bentuk yang massal atau kolosan, pola-pola lantainya sering berbentuk kelompok biasanya membawa tema tertentu atau dapat pula membawakan suatu cerita lakon. Pergelaran tari kelompok dengan menyajikan lakon memerlukan media penyampaian agar mampu mengungkapkan apa yang hendak disampaikan. Pola lantai dapat membenahi sebuah tarian agar lebih tersusun rapi dan jawaban untuk pertanyaan pola lantai pada hari berkelompok harus dilakukan dengan apa. Jawaban paling tepat adalah dengan memperhatikan jumlah penari. Jumlah penari ini akan menentukan bagaimana pola lantai akan terbentuk dan tersusun sehingga menampilkan tarian yang menarik, rapi, dan bagus. Semoga bermanfaat. UMI Home » Umum » Dalam membawakan tari kelompok harus? Dalam membawakan tari kelompok harus? Dalam membawakan tari kelompok harus? mandiri tangkas kompak ceria Semua jawaban benar Jawaban C. kompak Dilansir dari Encyclopedia Britannica, dalam membawakan tari kelompok harus kompak. Rekomendasi1. Proses interaksi sosial akan terjadi apabila memiliki… Jawaban 1. Proses interaksi sosial akan terjadi apabila memiliki syarat C kontak sosial dan komunikasi. 2. Seorang bayi yang…Tari Kipas Pakarena termasuk jenis tari? Tari Kipas Pakarena termasuk jenis tari? Berpasangan Tari berkelompok Tari mandiri Tunggal Kunci jawabannya adalah B. Tari berkelompok. Dilansir dari…20 Cara Efektif Memutihkan Kulit Secara Alami Caramedika - Beberapa orang usaha memperoleh kulit ceria dengan memakai produk kecantikan atau perawatan mahal di salon. Tetapi, perlakuan itu…Berikut faktor-faktor yang mendorong kerjasama ekonomi antar… Berikut faktor-faktor yang mendorong kerjasama ekonomi antar negara, kecuali,? Keinginan membuka kerjasama, hubungan politik, dan dukungan dari Negara lain Tuntutan…Improvisasi adalah melakukan sesuatu tanpa persiapan Improvisasi adalah melakukan sesuatu tanpa persiapan. Dalam bernyanyi merupakan pengembangan ornamentasi pada sebuah lagu dengan tujuan agar lagu terdengar tidak…tangga nada pada lagu yang dinyanyikan terdengar ceria… tangganada pada lagu yang dinyanyikan terdengar ceria adalah? mayor minor melodis harmonis Semua jawaban benar Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang…Ciri-Ciri Pubertas Anak Laki-laki Sobat, selamat datang di artikel kali ini yang membahas ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki. Pubertas adalah masa peralihan dari masa…Properti tari serampang dua belas berasal dari Apa properti tari serampang dua belas ? Jawaban Pendahuluan Seni merupakan sebuah karya manusia yang mengandung unsur-unsur keindahan. Seni smemiliki…Cara Menghitung Persentase Jumlah Penduduk dengan Mudah Definisi Persentase Jumlah Penduduk Persentase jumlah penduduk adalah istilah yang sering digunakan dalam ilmu ekonomi, statistik, dan demografi untuk mengukur…Tujuan proposal berdasarkan penggalan latar belakang di atas… Menentukan tujuan proposal. Contoh Kebudayaan merupakan karakter dan jati diri bagi setiap bangsa. Bangsa Indonesia memiliki keragaman seni budaya., terutama…Kebalikan dari sikap mandiri adalah? Kebalikan dari sikap mandiri adalah? mengemis meminta malas bergantung pada orang lain Kunci jawabannya adalah D. bergantung pada orang lain.…Saat menarikan tari Bungong Jeumpa, ekspresi wajah kita… Saat menarikan tari Bungong Jeumpa, ekspresi wajah kita harus? bersemangat dan berteriak-teriak ceria dan bersemangat sedih dan murung susah hati…Proses interaksi sosial akan terjadi apabila memiliki… Jawaban 1. Proses interaksi sosial akan terjadi apabila memiliki syarat C kontak sosial dan komunikasi. 2. Seorang bayi yang…Fungsi gerakan ayunan lengan saat melakukan jalan cepat… Dalam melakukan jalan cepat, tujuan dari melakukan gerakan ayunan lengan adalah B untuk keseimbangan. Dalam melakukan jalan cepat, yang termasuk…Iringan tari harus sesuai agar dapat menyatu dengan … tari? Iringan tari harus sesuai agar dapat menyatu dengan … tari? gerakan properti tempo suara Kunci jawabannya adalah A. gerakan. Menurut…Unsur utama sebuah tari adalah Tari/tarian adalah sebuah cabang dari bidang seni yang tersusun dari berbagai macam unsur. Unsur-unsur tersebut dinamakan Unsur Tari. Unsur dalam…List Sekolah Luar Biasa SLB Terbaik di Kota Depok Kota Depok Prov. Jawa Barat Punya Sejumlah Sekolah Luar Biasa SLB Terbaik menurut Akreditasinya, Kota Depok memiliki 12 Sekolah Luar…Contoh perilaku yang meneladani asmaul husna As-Samad yaitu? Contoh perilaku yang meneladani asmaul husna As-Samad yaitu? Disiplin waktu Mandiri tawakkal Pemberani 0 Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling…Cara Menghitung Persentase dari Angket Pengertian dari Persentase Angket Apakah Anda tahu apa itu persentase angket? Dalam dunia survei, persentase angket adalah metode pengumpulan data…Berikut yang bukan contoh usaha yang dikelola secara… Berikut yang bukan contoh usaha yang dikelola secara perorangan adalah? toko kelontong pedagang kaki lima tukang cukur rambut koperasi desa… Navigasi pos Artikel Terkait Tari Kelompok –Jenis tarian yang ada di Indonesia sangatlah banyak. Jika dilihat dari jumlah penarinya, maka akan terbagi menjadi tari kelompok, tari tunggal, dan tari berpasangan. Setiap jenis tarian tentunya sangat menarik untuk dibahas. Pada uraian kali ini, maka akan dibahas mengenai tarian kelompok secara menyeluruh dan mendetail. Sesuai dengan namanya, tarian kelompok akan ditarikan secara berkelompok dengan jumlah penari lebih dari dua. Dengan jumlah penari yang tergolong banyak, maka akan terbentuk susunan gerakan yang menarik untuk dilihat. Jika penasaran mengenai seluk-beluk tarian ini, maka simak penjabaran dan pembahasannya di bawah ini Contoh dan Asal Tari Kelompok Indonesia memiliki jenis tari kelompok yang sangat banyak. Hampir setiap daerah memiliki salah satu contoh dengan jalan ceritanya masing-masing. Bagi yang sedang mempelajari jenis tarian kelompok ini, maka harus tahu dulu apa saja daftar contohnya. Simak daftar yang ada di bawah ini beserta dengan penjelasannya 1. Tari Piring Contoh tarian pertama yang masuk dalam golongan tarian kelompok adalah Tari Piring. Secara khusus, tarian ini berasal dari wilayah Sumatera Barat. Sesuai dengan namanya, properti utama yang difungsikan dalam aspek tarian ini adalah piring. Komponen piring akan dipegang oleh setiap penari dalam setiap gerakannya. Meski ada banyak jenis gerakan yang ditampilkan, namun piring yang ada di tangan penari tidak akan jatuh. Hal ini bisa terjadi karena keseimbangan dan kestabilan penari yang baik selama gerakan tarian dilakukan. Tarian ini biasanya akan ditampilkan dalam kegiatan rasa syukur masyarakat setelah panen raya dilakukan di daerah. Baca Juga Tari Ketuk Tilu 2. Tari Saman Kemudian ada juga tarian kelompok yang diberi nama Tari Saman. Tarian ini berasal dari wilayah Aceh. Saat ini, Tari Saman sudah masuk dalam kancah internasional karena keunikannya. Pada tarian ini, setiap penari akan duduk berjajar dan melakukan berbagai gerakan. Mulai dari menepuk pundak, menepuk, dada, dan berbagai gerakan lainya. Tarian ini ditampilkan sebagai salah satu media dakwah. Sejak awal pembentukannya, fungsi inilah yang melekat dalam Tari Saman. Ada unsur Islam dan Melayu yang sangat kental dalam tarian ini. Tidak heran jika dalam tarian ini akan ada banyak syair yang mengandung makna dakwah atau makna nasihat yang dalam. 3. Tari Zapin Lalu ada juga Tari Zapin yang berasal dari wilayah Riau. Secara konsep, tarian ini akan mengadopsi nuansa Melayu yang sangat kental. Penari perempuan yang menarikan tarian ini akan memakai tambahan selendang. Sedangkan untuk properti khusus atau yang lainnya, tidak diperlukan dalam tarian ini. Secara khusus, tarian ini akan memberikan nasihat mendalam untuk para penontonnya. Pesan keagamaan juga sangat kental sehingga tarian ini memiliki nilai positif yang sangat besar. Bukan hanya sebagai tarian hiburan, tarian ini juga bisa dipakai sebagai sarana dakwah pada beberapa kesempatan. Baca Juga Tari Kijang 4. Tari Kecak Tari Kecak masuk dalam jenis tarian kelompok lainnya. Dikatakan sebagai tarian kelompok karena jumlah penari dalam tarian ini bisa mencapai puluhan orang. Tarian ini sangat populer tidak hanya secara nasional, tapi juga secara aspek internasional. Bahkan, banyak wisatawan golongan mancanegara yang tertarik pada tarian ini. Secara konsep, tarian ini sangatlah unik. Jalan cerita yang digambarkan adalah tentang Dewi Sinta dan Sri Rama. Penari yang menarikan tarian ini akan berteriak membentuk suatu irama tertentu selama penampilan. Sehingga, suara penari akan memenuhi keseluruhan tarian dengan ciri khasnya yang unik dan menarik. 5. Tari Janger Selain Tari Kecak, tarian yang berasal dari Bali dan ditarikan secara berkelompok lainnya adalah Tari Janger. Tarian ini secara khusus diciptakan sekitar tahun 1930-an dan dipakai sebagai tarian pergaulan. Sampai saat ini, tarian ini masih terus disuguhkan di banyak poin kesempatan sebagai bentuk pelestarian budaya. Secara khusus, tarian ini akan ditampilkan 5 pasang penari pria dan wanita. Setiap penari akan menyanyikan lagu Janger secara bergantian. Konsep ini sendiri tergolong unik karena nantinya tiap penari akan saling bersahutan dalam menyanyikannya. Hal ini juga tidak akan ditemui di tarian daerah lainnya. 6. Tari Gambyong Khusus tarian kelompok dari Jawa Tengah, ada tarian bernama Gambyong. Penari wanita akan secara khusus membawakan tarian ini dengan gerakan yang lemah lembut. Dulu saat awal pembentukannya, tarian ini dipakai sebagai hiburan di kerajaan. Namun sekarang, tarian ini sudah bisa dinikmati masyarakat dengan mudah. Karena mengadopsi budaya Jawa yang kental, tarian ini juga memiliki komponen aturan-aturan tertentu yang harus diikuti. Misalnya pada segi gerakan, maka akan dikenal 3 gerakan utama. Ada gerakan maju beksan, beksan, dan mundur beksan. Semua gerakan ini harus ada dalam tarian dan tidak boleh dihilangkan salah satunya. Baca Juga Tari Kipas Pakarena 7. Tari Serimpi Tarian yang berasal dari Jawa Tengah lainnya adalah Tari Serimpi. Nilai sakral pada tarian ini sangatlah besar karena dulunya dipakai dan dimainkan hanya di kerajaan saja. Orang-orang yang menarikan tarian ini juga tidak bisa sembarangan. Ada aturan-aturan khusus yang harus diikuti dan dipahami sebelum pementasannya. Namun saat ini, tarian ini sudah bisa ditarikan oleh siapa saja. Jika dulunya hanya ditampilkan pada acara penting saja, sekarang sudah bisa dilihat atau ditonton di berbagai kesempatan. Meski ada penambahan fungsi, namun fungsi utama dalam tarian ini masih tetap melekat dan secara khusus masih tetap ada. 8. Tari Gantar Tari Gantar adalah tarian yang berasal dari Kalimantan Timur. Secara khusus, tarian ini adalah perpaduan budaya dari Suku Dayak Tunjung dan Suku Dayak Benuaq. Dulu saat awal pembentukannya, tarian ini dipakai sebagai media dalam penyambutan tamu. Sehingga, tarian ini tidak bisa ditampilkan di sembarang waktu. Namun saat ini, tarian ini bisa dilihat masyarakat dengan mudah. Hal ini tentunya akan memudahkan berbagai pihak mengingat tarian ini sangat populer. Ada banyak aspek yang membuat tarian ini digemari banyak pihak. Salah satunya adalah karena gerakan yang ditampilkan cenderung unik dan menarik. 9. Tari Tortor Sumatera Utara juga memiliki jenis tarian kelompok yang diberi nama Tari Tortor. Tarian ini akan ditarikan oleh pria dan wanita secara campuran yang jumlahnya bisa sampai belasan. Hal ini tentunya sangat unik dan menarik untuk ditonton. Dengan jumlah penari yang banyak, maka tempat pementasannya akan ,terlihat penuh. Dulu saat tarian ini muncul, kegunaannya hanya untuk acara penting saja. Misalnya untuk kegiatan yang berkaitan dengan upacara kesembuhan, kematian, dan yang lainnya. Hal ini tentunya membuat nilai dari tarian ini juga sakral. Namun saat ini, fungsi ini mengalami pergeseran dan semakin berbeda di beberapa aspeknya. Sekarang, masyarakat sudah bisa melihat tarian ini dengan mudah tanpa harus menunggu acara penting. Dengan demikian, masyarakat bisa menikmatinya secara mudah. Ada beberapa aspek yang membuat tarian ini menjadi populer. Salah satunya adalah karena gerakan menghentakkan kaki tiap penari yang unik untuk dilihat. Properti Tari Kelompok Komponen properti tentunya penting untuk setiap jenis tarian. Oleh sebab itu, tari kelompok juga harus memiliki properti tertentu. Jenis properti untuk tarian kelompok tentunya berbeda untuk tiap jenis tarian. Semua komponen properti juga akan disesuaikan dengan konsep dan jalan cerita yang dibawakan dalam tarian. Misal untuk Tari Piring, maka membutuhkan piring. Untuk Tari kipas, akan membutuhkan properti kipas. Jumlah properti untuk tiap tarian juga akan disesuaikan dengan jumlah penarinya. Dengan adanya properti ini, maka karakter penari bisa lebih terlihat dan jalan cerita yang dibawakan juga lebih jelas dan terstruktur. Pola Lantai Tari Kelompok Pola lantai untuk setiap jenis tarian tentunya berbeda. Untuk tari kelompok sendiri, jenis pola lantai yang bisa dipakai jauh lebih bervariasi daripada jenis tari berpasangan atau solo. Pilihan pola lantai yang bisa dipakai adalah pola garis lurus, pola melingkar, pola zig-zag, pola membentuk huruf, dan jenis pola lainnya. Satu tarian biasanya akan memakai beberapa pola berbeda. Karena jumlah penarinya terdiri dari beberapa orang, maka konsep pola lantainya tentu bisa membentuk keselarasan tertentu. Hal ini tentunya sangat menarik untuk dilihat. Meski kombinasi pola lantai ditampilkan, namun gerakannya tetap padu dan selaras. Gerakan Tari Kelompok Jika berbicara mengenai gerakan tari kelompok, tentunya tidak akan terlepas dari konsep dan cerita yang diusung. Oleh sebab itu, gerakan untuk setiap tarian kelompok juga akan berbeda-beda. Asal tarian juga memiliki andil besar dalam penggunaan gerakan untuk jenis tarian kelompok yang dibahas ini. Tentunya gerakan yang akan ditampilkan sangat beragam. Ada gerakan yang lemah lembut, ada juga gerakan yang dinamis dan terkesan cepat. Semua jenis gerakan yang ada tentunya tetap menarik untuk dilihat. Konsep gerakan yang ditampilkan juga akan disesuaikan dengan komponen cerita yang diusung. Keunikan Tari Kelompok Keunikan yang muncul dalam tari kelompok juga bisa dilihat dari berbagai sisi. Misalnya untuk jumlah penari, maka akan terdiri dari beberapa penari yang tentunya lebih dari dua. Bahkan, ada juga tarian kelompok yang jumlah penarinya hingga puluhan. Meski jumlah penarinya banyak, namun gerakan yang ditampilkan tetap selaras dan padu. Hal ini tentunya sangatlah unik. Penari pastinya akan membentuk formasi yang pas sehingga setiap gerakannya bisa terlihat menarik untuk ditampilkan. Selain itu, tarian kelompok akan cenderung memiliki aspek pemenuhan panggung yang pas. Karena jumlah penarinya banyak, maka panggung akan terlihat penuh dan menarik untuk dilihat. Fungsi Tari Kelompok Sama seperti tarian jenis lainnya, tari kelompok tentunya juga memiliki fungsi khusus di dalam pementasannya. Fungsi ini tentunya akan disesuaikan dengan jenis atau nama tariannya. Fungsi mendasar yang seringkali muncul dalam tarian semacam ini tentunya juga disesuaikan dengan kisah yang diadopsi dalam tarian. Biasanya, tarian kelompok berfungsi sebagai sarana acara adat, sebagai hiburan masyarakat, serta sebagai media melestarikan budaya. Dengan jenis fungsi yang beragam ini, maka tarian yang dibawakan juga memiliki nilai tersendiri. Biasanya, tarian yang fungsinya sebagai sarana adat akan memiliki nilai sakral yang lebih tinggi Penutup Artikel Tari Kelompok Itulah penjelasan mengenai tari kelompok secara menyeluruh. Mulai dari contoh tariannya, propertinya, fungsi, hingga keunikannya sudah dijabarkan secara mendetail. Dengan adanya pembahasan ini, maka bisa dijadikan wawasan tambahan bagi berbagai pihak. Hal ini tentunya penting karena bisa dijadikan metode untuk melestarikan budaya. Tari Kelompok Tari merupakan salah satu cabang seni yang menitik beratkan pada seni ekspresi jiwa dalam bentuk gerak yang indah dan memiliki musik iringan tertentu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI tari merupakan seni yang memiliki gerak-gerak disimpulkan bahwa tari merupakan salah satu kesenian yang mempertunjukkan gerak tertentu sesuai dengan irama musik pengiringnya. Dengan adanya ekpresi penjiwaan yang dibawakan oleh seorang penari akan memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton yang tari sendiri telah memilki usia ratusan tahun dan biasanya dipertunjukkan saat acara-acara tertentu seperti pagelaran adat, persembahan, peringatan, dan atau penyambutan tamu penting yang sedang berkunjung ke daerah tari di Indonesia berdasarkan bentuk penyajiannya dibedakan menjadi beberapa macam. Biasanya macam-macam jenisnya masih memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Berikut adalah jenis tari berdasarkan bentuk penyajianya dan Tari TunggalTari tunggal adalah tari yang dibawakan oleh satu orang penari baik laki-laki maupun perempuan. Pada bentuk tari tunggal pola gerakan yang dibawakan biasanya adalah fokus pada suatu objek tertentu. Objek yang dimaksud dapat berupa bintang, hewan, manusia, maupun penokohan dari suatu cerita penggambaran seorang tokoh pada suatu cerita tertentu.Pembawaan tari tunggal membuat penari dapat bebas berekspresi tanpa harus berpikir untuk menyamakan gerakan dengan penari lainnya. Seklaipun demikian, penari tari tunggal harus memiliki rasa percaya diri yang itu, penari juga dituntut untuk bisa mengisi ruang pentas yang disediakan untuk menari agar tidak terlihat sepi atau kosong. Contoh tari tunggal yaitu Tari Gatotkaca, Tari Topeng Kelana, dan Tari Panji. Sekalipun tarian ini memiliki keunggulan yang berbeda dengan jenis penyajian tari tari tunnggal banyak yang menilai memiliki tingkat kerumitan gerakan paling tinggi jika dibandingan dengan bentuk penyajian tarian Tari Berpasangan/ DuetTari berpasangan atau duet adalah tari yang dibawakan oleh dua orang. Dimana dalam membawakan tari perpasangan/ duet gerakan penari tidak selalu sama. Akan tetapi, gerakan dalam tari berpasangan ini biasanya saling memiliki keterpautan atau keterpaduan antara dua gerak berpasangan atau duet dapat dilakukan dengan pasangan sama lawan jenis maupun beda lawan jenis. Persiapan dalam membawakan tari berpasangan tidak jauh beda dengan persiapan dalam membawakan tari terpenting dalam persiapan untuk membawakan tari ini adalah sering berlatih dengan pasangan atau duet penari. Hal ini diharapakan dengan seringnya berlatih maka akan terbentuk gerak yang harmonis atau keserasian dalam menari. Contoh tari berpasangan atau duet yaitu Tari Payung, Tari Bambangan Cakil, Tari Legong, dan Tari Tari KelompokTari kelompok adalah adalah tari yang dibawakan oleh beberapa orang penari. Tari ini hampir memiliki kesamaan dengan tari berpasangan atau duet, namun jumlah penarinya lebih banyak. Dalam tari kelompok biasanya terdapat beberapa gerakan penari yang sama dan ada pula yang tidak penari menampilkan gerakan yang tidak sama biasanya gerakan tersebut tetap menciptakan keterpaduan antar gerak penarinya. Sisi estetika ruang sangat diperhatikan oleh para penari tari disajikan dengan banyak penari ruang dalam pentas tari tidak boleh terlihat terlalu sesak maupun terlalu kosong. Hal ini akan menyebabkab ketertarikan dan daya nyaman tersendi bagi penikmat tari yang sedang menonton pertunjukkan kelompok sendiri masih dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tari kelompok tanpa dialog dan tari kelompok dengan dialog. Tari kelompok tanpa dialog contohnya adalah tari bedhaya dan tari serimpi. Sedangkan, tari kelompok dengan dialog contohnya adalah wayang orang dan Tari kelompok merupakan tarian yang memiliki gerakan paling mudah jika dibandingkan dengan bentuk penyajian tari lainnya. Sekalipun mudah, kekompakkan adalah kunci utama yang harus dijaga oleh para penari untuk menyajikan tarian ini ke Tari MassalTari massa adalah tarian yang dilakukan dengan jumlah penari yang cukup banyak. Gerakan dalam tari massal selalu sama antara penari satu dengan penari yang lainnya. Pada tari ini tidak ditemukan adanya jalinan gerakan yang memiliki satu tari massal busana atau kostum yang dikenakan oleh para penarinya biasanya juga sama. Hanya pada tari massal tertentu terjadi perbedaan busana akibat adanya pembagian pola gerak tertentu pada tarian yang akan dibawakan. Contoh dari tari massal adalah Tari Gombyong, Tari Golek, Tari Jaranan, dan lainnya.

dalam membawakan tari kelompok harus