Ilustrasikultum singkat tentang sabar yang tidak ada batasnya. Foto: Mendengarkan tausiah merupakan salah satu amalan yang mulia, terlebih di bulan Ramadhan. Pasalnya seluruh amalan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Kultum menjadi salah satu metode ceramah yang sering digunakan saat bulan Ramadhan. Bagi Anda yang hendak menyampaikan kultum sebelum tarawih maupun setelah
Padakesempatan kali ini izinkanlah saya menyampaikan tentang nilai-nilai budaya sunda. Sebagai orang yang mendiami tanah jawa barat tentunya kita akan bertemu dengan nilai-nilai budaya sunda yang menghiasi setiap denyut nadi kehidupan masyarakat.
CeramahSingkat atau Kultum Ramadhan 2022 Tentang Nilai dan Makna Sedekah Kita untuk Orang Lain. Yunia Permadani Putri E - 17 April 2022, 14:36 WIB berikut adalah teks khutbah Jumat Ramadhan tentang Harta mana yang baik untuk zakat. Khutbah I. Baca Juga: Teks Ceramah Ramadhan SINGKAT PADAT, Tema Orang yang Rugi di Bulan Puasa,
Untukdiriku sendiri, sendirian.") โ Hermann Hesse, Siddhartha. 3.The highest result of education is tolerance. Helen Keller. ( Hasil tertinggi dari pendidikan adalah toleransi. Helen Keller) 4.In the practice of tolerance, one's enemy is the best teacher. Dalai Lama. ( Dalam praktek toleransi, salah satu musuh adalah guru yang terbaik.
Menurutpengertiannya, pidato singkat adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato singkat biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan.
Jikaseseorang menemukan di dalam dirinya sifat yang suka merendahkan orang lain, suka mencibir orang lain, suka menghina orang lain, maka ketahuilah bahwa hatinya telah terjangkiti dengan penyakit kesombongan. Dan berhati-hatilah karena kesombongan adalah sifat Iblis, dan neraka jahannam adalah tempatnya orang-orang yang sombong.
. Writer Admin 19 Minutes Reading โ Kultum singkat yang menginspirasi adalah sebuah ceramah singkat yang disampaikan dalam acara keagamaan, yang memiliki tujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada para jamaah. Kultum singkat ini biasanya memiliki durasi waktu yang singkat, namun mengandung pesan yang dalam dan bernilai tinggi, sehingga dapat memotivasi dan menginspirasi para pendengarnya untuk melakukan perubahan positif dalam hidup mereka. Kultum singkat yang menginspirasi biasanya disampaikan dengan gaya yang santai namun tegas, serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Kultum singkat yang menginspirasi dapat disampaikan oleh para ustadz, kyai, atau tokoh agama lainnya, yang memiliki kemampuan dalam menyampaikan pesan-pesan agama dengan cara yang menarik dan inspiratif. Pesan yang disampaikan dalam kultum singkat ini biasanya berisi tentang nilai-nilai keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengembangkan kesabaran, kasih sayang, dan rasa syukur. Baca Juga 10 Kultum Ramadhan Singkat, Padat, Penuh Makna Terbaru 2023 Selain itu, kultum singkat yang menginspirasi juga dapat mengangkat kisah-kisah inspiratif dari tokoh-tokoh agama atau tokoh-tokoh terkenal lainnya, yang dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi para pendengarnya. Dengan menyampaikan kultum singkat yang menginspirasi, diharapkan para pendengar dapat memperoleh manfaat positif dan menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kultum singkat yang menginspirasi juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan dan memperkuat iman dan taqwa para pendengarnya. Baca Juga 10 Kultum Ramadhan Terbaik, Singkat Cukup 5 Menit Dalam kultum singkat tersebut, para ustadz atau kyai dapat mengajak para jamaah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak ibadah serta amalan-amalan kebaikan. Selain itu, kultum singkat yang menginspirasi juga dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter dan kepribadian yang baik. Dalam kultum singkat tersebut, para ustadz atau kyai dapat mengajak para jamaah untuk mengembangkan sifat-sifat mulia seperti jujur, amanah, sabar, dan berakhlak yang baik. Kultum singkat yang menginspirasi juga dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas umat muslim. Baca Juga 10 Ceramah Singkat Tentang Sedekah, Bisa Jadi Rujukan Kultum singkat yang menginspirasi memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian yang baik, memperkuat iman dan taqwa, serta mempererat tali persaudaraan dan solidaritas umat muslim. Oleh karena itu, para ustadz atau kyai perlu menyampaikan kultum singkat dengan cara yang menarik, inspiratif, dan mudah dipahami oleh para pendengarnya. Selain di acara keagamaan, kultum singkat yang menginspirasi juga bisa disampaikan di berbagai kesempatan, seperti pada acara pengajian, khutbah Jumat, maupun pada acara-acara lainnya yang melibatkan umat Muslim. Bahkan, kultum singkat yang menginspirasi juga dapat disampaikan melalui media sosial atau platform digital lainnya, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat lebih mudah tersebar dan diakses oleh masyarakat luas. Baca Juga 7 Kultum Ramadhan Singkat Tentang Sabar Dalam menyampaikan kultum singkat yang menginspirasi, penting untuk menghindari konten yang bersifat provokatif atau kontroversial, yang dapat menimbulkan perpecahan dan kebencian di antara umat muslim. Selain itu, para ustadz atau kyai juga perlu memperhatikan konteks dan situasi yang ada, serta menggunakan bahasa yang sesuai dan mudah dipahami oleh para pendengarnya. Ada berbagai platform digital yang dapat digunakan untuk memperluas jangkauan dan dampak dari kultum singkat, seperti podcast, video, atau live streaming. Dan berikut ini kami akan memberikan beberapa materi kultum singkat yang menginspirasi yang bisa kalian gunakan untuk berdakwah, terutama di bulan Ramadhan ini. Kumpulan Kultum Ramadhan Singkat yang Menginspirasi 1. Kultum Singkat yang Menginspirasi Berjudul Berdamai Dengan Diri Sendiri Assalamuโalaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pada kesempatan kali ini, saya ingin membawakan kultum singkat dengan tema โBerdamai Dengan Diri Sendiriโ. Banyak dari kita yang mungkin tidak menyadari bahwa salah satu kunci kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa berdamai dengan diri sendiri. Kita seringkali terlalu fokus pada kekurangan dan kegagalan yang kita miliki, sehingga kita lupa untuk menghargai diri sendiri dan merayakan kelebihan yang kita miliki. Padahal, setiap orang memiliki kelebihan dan potensi yang berbeda-beda, dan kita harus belajar untuk menerima diri sendiri apa adanya. Kita juga seringkali membandingkan diri kita dengan orang lain, sehingga kita merasa kurang berharga dan tidak merasa cukup baik. Namun, sebenarnya setiap orang adalah unik dan berbeda, dan kita tidak bisa membandingkan diri kita dengan orang lain secara adil. Ketika kita berdamai dengan diri sendiri, kita akan merasa lebih percaya diri dan berani mengambil tindakan yang baik untuk diri kita sendiri dan orang lain. Kita juga akan lebih mudah mengendalikan emosi dan meraih kebahagiaan yang sejati. Dalam Islam, berdamai dengan diri sendiri juga memiliki arti yang sangat penting. Kita harus memperbaiki diri dan terus meningkatkan kualitas spiritual kita dengan cara beribadah dan melakukan kebaikan kepada sesama. Oleh karena itu, mari kita belajar untuk berdamai dengan diri sendiri dan memperbaiki diri kita setiap harinya. Jangan lupa untuk menghargai diri sendiri, merayakan kelebihan yang kita miliki, dan selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat untuk orang lain. Demikianlah kultum singkat kali ini tentang โBerdamai Dengan Diri Sendiriโ. Semoga kita bisa belajar untuk menjadi pribadi yang selalu damai dengan diri sendiri dan orang lain, serta selalu mendapatkan kebahagiaan sejati. Amin. Wassalamuโalaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tags
- Ceramah kultum Ramadhan singkat 2022 hari ke-11 bertema tentang indahnya toleransi dalam agama mengajarkan umatnya untuk menerapkan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah toleransi atau dalam bahasa Arab disebut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI diartikan sebagai keluasan atau tasamuh merupakan sikap akhlak terpuji dalam pergaulan, di mana terdapat rasa saling menghargai antara sesama manusia dalam batas-batas yang digariskan oleh agama Singkat Ramadhan 2022 Toleransi dalam pandangan Islam adalah sikap saling menghargai dan menghormati keyakinan dan agama orang lain, bukan menyamakan atau mencampuradukkan agama lain dengan keyakinan Islam itu sendiri. Terkait toleransi ini Allah SWT berfirman dalam surah Al-Kafirun ayat 6ููููู
ู ุฏูููููููู
ู ูููููู ุฏููููู เฃ Lakum diinukum waliyadiinArtinya "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.โAyat ini menjelaskan bahwa tidak ada tukar-menukar dengan pengikut agama lain dalam hal peribadahan kepada Tuhan. Wahai orang kafir, untukmu agamamu, yakni kemusyrikan yang kamu yakini, dan untukku agamaku yang telah Allah pilihkan untukku sehingga aku tidak akan berpaling ke agama lain. Inilah jalan terbaik dalam hal toleransi antar-umat beragama dalam urusan peribadatan kepada dalam surah Al-Bayyinah juga disebutkan tentang peringatan untuk melepaskan fanatisme yang merupakan musuh toleransi. Di mana selama orang-orang masih berpegang pada fanatisme apa pun, baik itu fanatisme agama, kesukuan, dan sebagainya, toleransi sukar Islam haruslah seiring dengan kebenaran. Jika toleransi itu menciderai nilai-nilai kebenaran, bertentangan dengan akidah dan keyakinan, nilai kemanusiaan, atau menzalimi kelompok lain, toleransi itu menjadi batal dan tak boleh menganjurkan umatnya untuk tidak memaksa seorang pun untuk memeluk agama Islam. Islam adalah agama yang jelas dan gamblang tentang semua ajaran dan bukti kebenarannya, sehingga tidak perlu memaksakan seseorang untuk masuk ke dalamnya. Orang yang mendapat hidayah, terbuka, lapang dadanya, dan terang mata hatinya pasti akan masuk Islam dengan bukti yang tafsir Ibnu Katsir, seperti dikutip laman FAI UM Surabaya, disebutkan "Dan barang siapa yang buta mata hatinya, tertutup penglihatan dan pendengarannya maka tidak layak baginya masuk Islam dengan paksa." Islam mengajarkan agar umat muslim berbuat baik kepada kaum kuffar selama mereka sama-sama berbuat baik dan tidak memusuhi umat Islam selama tidak melanggar ajaran dan ketentuan agama toleransi tentu sangat dianjurkan bagi umat yang beragama, apabila umat beragama tidak memiliki sikap tersebut, maka akan timbul diskriminasi kaum mayoritas terhadap kaum minoritas. Kaum yang dianggap kecil akan ditindas baik secara fisik maupun tercipta harmonisasi yang baik, toleransi yang harus kita lakukan, di antaranya Saling menghargai Saling menolong Menghormati orang lain pada saat melakukan ibadah Menghormati acara umat lain Tidak mengganggunya, tidak membuat kegaduhan dan berisik. Bisa menerima pendapat orang lain Menjaga Sopan Santun/etika Berteman dengan semua penganut agama tidak memilih-milih teman Dengan begitu, sikap toleransi antar umat beragama akan terjalin. Sehingga tidak akan terjadi perpecahan dan dapat mempererat hubungan sesama juga Kultum Ramadhan 2022 Hari ke-9 Memuliakan Bulan Suci Ramadan Kultum Ramadan 2022 Hari ke-7 Saatnya Jadi Pribadi yang Lebih Baik Kultum Ramadan 2022 Hari ke-10 Sedekah di Bulan Ramadhan - Kesehatan Penulis Dhita KoesnoEditor Addi M Idhom
MengHORMATI ORANG LAIN ููููุณู ู
ููููุง ู
ููู ููู
ู ููุฌูููู ููุจูููุฑูููุง ููููุฑูุญูู
ู ุตูุบูููุฑูููุง "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak menyayangi yang muda dari kami." Orang yang paling pantas dihormati dan dihargai adalah orang yang paling banyak ilmu dan amal ibadahnya. Rasulullah bersabda ุฅูููู ุงูููู ุชุนุงูู ููุฑูููุนู ุจููุฐูุง ุงููููุชูุงุจู ุฃูููููุงู
ูุง ููููุถูุนู ุจููู ุขุฎูุฑููููู "Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan kitab ini dan merendahkan yang lain."[1] Itulah standar mengutamakan dan memuliakan. Orang yang memiliki akhlak ihtiram menghormati orang lain menghormati ilmu dan pemiliknya, dan termasuk penghormatanmu terhadap ulama bahwa engkau merasakan wibawanya. Al-Bukhari meriwayatkan sesungguhnya Hudzaifah menyampaikan hadits tentang fitnah, lalu para tabi'in ingin bertanya kepadanya, mereka berkata "Karena wibawa Hudzaifah kami tidak mampu bertanya kepadanyaโฆ"[2] Sungguh seperti inilah keadaan para sahabat bersama Rasulullah r, pada suatu ketika mereka ingin bertanya kepada beliau r tentang orang yang menepati janjinya kepada Allah I, siapakah yang dimaksud dengannya dalam firman Allah I ู
ูููู ุงููู
ูุคูู
ูููููู ุฑูุฌูุงูู ุตูุฏููููุง ู
ูุงุนูุงููุฏููุง ุงูููู ุนููููููู ููู
ููููู
ู
ููู ููุถูู ููุญูุจููู Di antara orang-orang mu'min itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. QS. al-Ahzab 23 Mereka berkata kepada arab badawi yang jahil, "Tanyakanlah kepada beliau r tentang orang yang menepati janjinya kepada Allah I, siapakah dia? Rawi yang meriwayatkan berkata 'Mereka tidak berani menanyakannya, mereka menghormati dan membesarkannya r.'[3] Dan di dalam hadits sujud sahwi, sesungguhnya Rasulullah r shalat dua rekaat, bukan empat rekaat. Maka sebagian sahabat mengira bahwa shalat diqashar. Abu Hurairah t berkata 'Dalam jamaah adalah Abu Bakar t dan Umar t, keduanya merasa segan mempertanyakannyaโฆ"[4] Rasulullah r mendorong mereka agar selalu bertanya, beliau r bersabda 'Bertanyalah kepadaku' โmaka mereka segan bertanya kepada beliau r.[5] Maka Allah I mengutus Jibril u dalam bentuk manusia untuk bertanya kepada beliau agar mereka belajar tentang agama mereka. Di antara tatakrama menghormati ulama adalah tidak berbicara bersama mereka dalam masalah-masalah yang langka. Rasulullah r melarang dari ghuluthat. Al-Auza'i berkata al-Ghluthat adalah masalah-masalah yang berat dan susah.[6] Dan disebutkan dalam hadits yang shahih ูุงู ุชูุนููููู
ูููุง ุงููุนูููู
ู ููุชูุจูุงููููุง ุจููู ุงููุนูููู
ูุงุกู ุฃููู ุชูู
ูุงุฑูููุง ุจููู ุงูุณููููููุงุกู ูููุงู ููุชูุฌูุชูุฑูุคูููุง ุจููู ุงููู
ูุฌูุงููุณู, ููู
ููู ููุนููู ุฐูููู ููุงููููุงูุฑ ุงููููุงุฑู "Janganlah engkau menuntut ilmu bertujuan, berniat untuk mengalahkan para ulama atau membantah orang-orang bodoh dan jangan pula untuk berani di majelis. Maka barangsiapa yang melakukan hal itu maka api neraka, api neraka."[7] Maka hendaklah merasa takut orang-orang yang bertanya hanya untuk membantah atau untuk menguji, bukan untuk belajar. Maka sesungguhnya sifat umat Muhammad r adalah menghormati dan membesarkan ilmu dan pemiliknya. ููููุณู ู
ููููุง ู
ููู ููู
ู ููุฌูููู ููุจูููุฑูููุง ููููุฑูุญูู
ู ุตูุบูููุฑูููุง ููููุนูุฑูู ููุนูุงููู
ูููุง ุญูููููู "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak menyayangi yang muda dari kami serta tidak mengenal hak orang alim dari kami."[8] Sebagaimana wajib menghormati orang alim, penuntut ilmu juga berhak mendapat penghormatan. Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dalam hadits utusan dari Bani Qais, sesungguhnya Rasulullah r menempatkan mereka sebagai tamu kepada kaum Anshar โฆMaka tatkala di pagi hari, beliau bersabda, 'Bagaimana kalian melihat penghormatan saudara-saudara kalian dan jamuan mereka terhadap kalian? Mereka menjawab, 'Sebaik-baik saudara, mereka melembutkan tempat tidur kami dan membuat enak makanan kami, malam dan pagi hari mereka terus-menerus mengajarkan kepada kami Kitabullah al-Qur`an dan sunnah nabi kami.'[9] Dan yang lebih jelas dari itu, riwayat yang disebutkan dalam hadits Hasan ุณูููุฃูุชูุจูููู
ู ุฃูููููุงู
ู ููุทูููุจููููู ุงููุนูููู
ู ููุฅูุฐุงู ุฑูุฃูููุชูู
ูููููู
ู ููููููููููุง ููููู
ู ู
ูุฑูุญูุจูุง ุจูููุตููููุฉู ุฑูุณููููู ุงูููู ููุฃูููุชูููููู
ู 'Akan datang kepada kalian satu kaum yang menuntut ilmu. Maka bila kamu melihat mereka maka katakanlah kepada mereka Selamat datang dengan wasiat/pesan Rasulullah r, dan berikanlah fatwa kepada mereka.'[10] Maka hendaklah para ulama memberi pesan kebaikan kepada para santrinya, sesungguhnya hal itu menambah penghormatan dan penghargaan para murid santri kepada para guru dan pendidik mereka. Dan sesungguhnya yang sangat penting untuk diingat adalah menghormati orang-orang shalih dari generasi terdahulu. Maka di antara wasiat Umar t sebelum wafatnya 'Saya berpesan kepada khalifah sesudahku agar berbuat baik kepada kaum Muhajirin generasi pertama, agar ia mengetahui hak mereka dan menjaga kehormatan mereka, dan aku berpesan agar berbuat baik kepada kalangan Anshar โorang orang yang telah menyiapkan rumah dan iman- agar menerima kebaikan mereka dan memaafkan kesalahan mereka.'[11] Maka maafkanlah kesalahan orang-orang yang telah mendahuluimu di medan dakwah dan jihad, jagalah posisi mereka dan jangan engkau melupakan keutamaan mereka. Anas t meriwayatkan, sesungguhnya Jarir bin Abdullah t melayaninya โpadahal usianya lebih tua darinya- karena Jarir t ini tidak pernah melupakan penghormatan kaum Anshar kepada Rasulullah r, ia berkata, 'Aku tidak menemukan seorangpun dari kalangan Anshar kecuali aku memuliakannya."[12] Dan Ahmad rahimahullah meriwayatkan sesungguhnya Rasulullah r bersabda di dalam khutbah ...ููุฅูููู ุงููุฃูููุตูุงุฑู ุนูููุจูุชูู ุงูููุชูู ุขููููุชู ุฅูููููููุง, ููุฃูููุฑูู
ูููุง ููุฑูููู
ูููู
ู ููุชูุฌูุงููุฒูููุง ุนููู ู
ูุณูููุฆูููู
ู "Sesungguhnya kaum Anshar adalah orang khusus bagiku yang aku kembali kepadanya, maka muliakanlah yang mulia dari mereka dan maafkanlah yang bersalah dari mereka."[13] Dan ketika generasi penerus dari umat ini terdidik untuk memuliakan generasi terdahulu dalam kebaikan dan lebih dahulu dalam melayani Islam. saat itu meratalah kebaikan di antara beberapa generasi. Di antara gambaran penghormatan yang terpuji adalah yang muda memuliakan yang lebih tua usianya, atau lebih banyak keutamaannya dari padanya. Maka sesungguhnya Ibnu Umar t tatkala mengetahui jawaban pertanyaan Rasulullah r tentang pohon yang menyerupai seorang muslim, ia berkata, 'Aku ingin mengatakan bahwa ia adalah pohon kurma. Lalu aku melihat, ternyata aku adalah yang paling muda. Maka aku diam."[14] Dan dalam hadits shahih "Berkah bersama yang tua darimu".[15] Dan yang dimuliakan di tengah kaumnya tidak pantas diperlakukan kecuali dengan penghormatan. Disebutkan dalam hadits yang hasan ุฅูุฐูุง ุฃูุชูุงููู
ู ููุฑูููู
ู ููููู
ู ููุฃูููุฑูู
ููููู "Apabila datang kepadamu yang mulia dari suatu kaum maka muliakanlah dia."[16] Di antara kemuliaan orang yang beriman adalah menghormati orang yang telah berbuat baik kepadanya, sesungguhnya Rasulullah r tidak melupakan jasa sebagian kaum musyrik yang punya peran dalam melindungi diri dan dakwahnya r. Bahkan, bangsa arab di masa jahiliyah mempunyai budi pekerti yang terpuji, yaitu menghormati orang yang berbuat baik kepada mereka. Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki dari kaum musyrik yang bernama Urwah bin Mas'ud, tatkala Abu Bakar t bersikap kasar kepadanya dalam perdamaian Hudaibiyah, ia tidak menjawab sedikitpun, karena Abu Bakar t pernah berbuat baik kepadanya yang belum sempat dibalasnya. Karena itulah ia berkata 'Demi Allah yang diriku berada di tangan-Nya, kalau bukan karena jasamu terhadapku yang belum sempat kubalas niscaya aku menjawab ucapanmu.'[17] Dan di dalam hadits yang shahih ู
ููู ุตูููุนู ุฅูููููููู
ู ู
ูุนูุฑูููููุง ููููุงููุฆููููู "Barang siapa yang berbuat baik kepadamu maka balaslah." [18] Dan sekurang-kurang balasan yang mesti kamu berikan kepada yang berbuat baik kepadamu adalah menghormatinya. Setiap mukmin pastas mendapat penghormatan maka dia tidak boleh disuruh berdiri untuk menempatkan orang lain, wajib menjamunya, disyari'atkan musyawarah dengannya, menghadapinya dengan muka manis, dan memasukkan rasa senang di hatinya. Pada dasarnya manusia senang dihormati dan dimuliakan serta meminta kepada Rabb-nya agar memuliakannya. Disebutkan dalam doa Nabi r ุงููููููู
ูู ุฒูุฏูููุง ูููุงูุชูููููุตูููุง ููุฃูููุฑูู
ูููุง ูููุงูุชููููููุง ููุฃูุนูุทูููุง ูููุงูุชูุญูุฑูู
ูููุง ููุขุซูุฑูููุง ูููุงูุชูุคูุซููุฑู ุนูููููููุง "Ya Allah, tambahlah kepada kami dan jangan Engkau kurangi, muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan, berikanlah kepada kami dan jangan Engkau tahan, dan utamakanlah kami dan jangan engkau sisihkanโฆ"[19] Ketahuilah, sangat merugi suatu umat yang tidak bisa saling menghormati dan menghargai ุญูุณุจู ุงู
ูุฑูุฆู ู
ููู ุงูุดููุฑูู ุฃููู ููุญูููุฑู ุฃูุฎูุงูู ุงููู
ูุณูููู
ู "Cukuplah seseorang menjadi jahat bahwa ia menghinakan saudaranya sesama muslim."[20] Dan dalam pendirian Abu Sufyan t di masa jahiliyahnya menjadi pelajaran bagi orang-orang yang jahil dan bagi mayoritas kaum muslimin dalam menghormati jiwa. Yaitu saat dia enggan memberikan kesaksian palsu di hadapan kaisar Hiraqlius dan rombongan yang menyertainya pada hak Rasulullah r. Dalam riwayat Ibnu Ishaq, ia menyebutkan alasan tersebut, ia berkata, 'Demi Allah, jika aku berdusta niscaya mereka tidak menyanggah, akan tetapi saya adalah seorang pemuka yang enggan berdusta, dan aku mengetahui bahwa paling tidak โjika aku berdusta- mereka akan mengingat hal itu tentang diriku kemudian mereka membicarakannya, maka aku tidak berdusta.'[21] Ringkasan - Standar penghormatan seseorang adalah sekadar kebaikannya. - Di antara gambaran penghormatan kepada ulama 1. Membesarkannya dan merasa segan darinya. 2. Mengurangi bertanya kepadanya. 3. Tidak mencelanya karena kesalahan. - Penghormatan ulama terhadap penuntut ilmu adalah dengan memuliakannya. - Penghormatan kepada para senior dalam kebaikan adalah tanda kejujuran. - Yang muda menghormati yang lebih tua. - Menghormati kepada orang yang berbuat baik kepadanya. - Setiap mukmin pantas mendapat penghormatan. - Barangsiapa yang menghormati dirinya niscaya ia menghormati orang lain. [1] Shahih Muslim, Kitab Shalat orang-orang musafir, bab 47, hadits no. 817 Syarh an-Nawawi 3/346. [2] Shahih al-Bukhari, hadits no 525 dan diriwayatkan oleh Ahmad 5./402 dan ini adalah lafazhnya. [3] Shahih Sunan at-Tirmidzi 3/91 hadits no. 2560/3433 hasan shahih. [4] Shahih al-Bukhari, hadits no. 6051 dan diriwayatkan oleh Ahmad 2/234 dan ini adalah lafazhnya. [5] Shahih Muslim, kitab iman, bab 1, hadits no. 7-10 Syarh an-Nawawi 1/278. [6] Musnad imam Ahmad 5/435 [7] Shahih al-Jami', hadits no 7370 Shahih. [8] Shahih al-Jami', hadits no. 5443 hasan. [10] Shahih al-Jami', hadits no. 3651 hasan. [11] Shahih al-Bukhari, Kitab Jana`iz, bab 96, hadits no. 1392 al-Fath 3/256 [12] Shahih al-Bukhari, kitab Jihad, bab 71, hadits no. 2888 al-Fath 6/82. [14] Shahih al-Bukhari, kitab ilmu, bab 14, hadits no. 72. [15] Shahih al-Jami', hadits no. 2884 Shahih. [16] Shahih Sunan Ibnu Majah 2/303, hadits no. 2991 hasan. [18] Shahih Sunan Ibnu Majah 1/314, hadits no 1468/.1672. [20] Shahih Muslim, hadits no. 2564 dan Ahmad 3/491 dan ini adalah lafazhnya. [21] Dari Fathul Bari 1/35
kultum singkat tentang menghargai orang lain